Influencer populer asal China, Wang Yefei, mengalami kejadian tragis saat sedang melakukan siaran langsung (livestream). Ia dilaporkan meninggal dunia secara mendadak di tengah aktivitasnya mempromosikan produk.
Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Senin, 9 Maret lalu. Wang Yefei, yang dikenal luas dengan nama samaran ‘Sister Wang Zha’, sedang asyik memamerkan dan mencoba pakaian untuk dijual kepada para pengikutnya.
Namun, sekira 36 menit setelah siaran dimulai, kondisi Yefei mendadak memburuk. Ia terlihat mencengkeram kepala dan lehernya sambil menunjukkan raut kesakitan.
Detik-detik Mencekam Saat Influencer Kolaps
Dalam rekaman yang beredar, Yefei sempat mengutarakan perasaannya yang tidak enak badan kepada staf yang berada di dekatnya. Ia kemudian menghilang sejenak dari pandangan kamera.
Saat itu, terlihat asistennya berusaha memijatnya untuk meredakan keluhan yang dialami Yefei. Namun, kondisinya terus memburuk secara drastis.
Menyadari situasi yang semakin genting, Yefei segera meminta stafnya untuk menghubungi nomor darurat 120, layanan ambulans di China. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Sayangnya, nyawa Yefei tidak dapat diselamatkan. Pihak medis menyatakan bahwa ia meninggal dunia akibat pendarahan batang otak.
Kisah di Balik Layar: Kerja Keras dan Ambisi
Wang Yefei adalah sosok yang dikenal memiliki basis penggemar cukup besar, dengan sekitar 130.000 pengikut di platform media sosial China. Ia membangun popularitasnya melalui konten livestream yang berfokus pada penjualan pakaian wanita.
Di balik kesuksesannya sebagai kreator konten, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu tunggal. Yefei diketahui membesarkan seorang putri semata wayangnya yang baru berusia empat tahun.
Laporan dari VNExpress International mengungkapkan bahwa Yefei memiliki jadwal kerja yang sangat padat. Ia kerap melakukan livestreaming selama 7 hingga 10 jam setiap harinya.
Untuk menopang kesehatannya di tengah tuntutan pekerjaan, Yefei dilaporkan sering mengonsumsi obat pereda rasa sakit. Keluhan sakit kepala mulai dirasakannya sejak beberapa minggu sebelum kejadian, tepatnya sekitar perayaan Tahun Baru Imlek.
Keterkejutan dan Perbincangan Publik
Kabar kematian Yefei sontak mengejutkan banyak pihak, termasuk sahabat dekatnya. Salah seorang temannya mengaku masih menonton siaran langsung Yefei hanya beberapa menit sebelum insiden tragis tersebut terjadi.
"Ia tidak pernah mengeluh," ujar teman Yefei kepada media lokal, seperti dikutip dari People pada Kamis, 19 Maret 2026. Pernyataannya ini merujuk pada sikap Yefei yang selalu terlihat profesional.
Bahkan saat mengalami ketidaknyamanan fisik seperti sakit punggung atau sakit kepala, Yefei selalu berusaha menutupi kondisinya selama siaran langsung. Ia selalu meyakinkan penontonnya bahwa ia baik-baik saja.
Lebih lanjut, teman Yefei mengungkapkan bahwa sosok berusia 39 tahun ini hanya tidur sekitar empat hingga lima jam setiap malam. Beban kerja Yefei tidak berhenti pada aktivitas siaran langsung saja.
Ia juga bertanggung jawab penuh atas seluruh operasional bisnisnya. Mulai dari proses penjualan, pengemasan, hingga pengiriman barang dilakukan sendiri oleh Yefei.
Dampak Industri Livestreaming
Kematian tragis Wang Yefei memicu diskusi hangat di kalangan masyarakat China. Peristiwa ini mengangkat kembali isu mengenai dampak fisik yang ditimbulkan oleh industri livestreaming.
Industri ini menuntut para kreator konten untuk bekerja tanpa henti selama berjam-jam. Tujuannya adalah untuk mempertahankan visibilitas di platform dan bersaing dengan algoritma yang terus berubah.
Beban kerja yang berlebihan dan minimnya waktu istirahat menjadi perhatian serius. Hal ini dikhawatirkan dapat mengancam kesehatan para pekerja di sektor yang sedang berkembang pesat ini.
Kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Pada bulan Oktober tahun lalu, seorang streamer berusia 32 tahun yang dikenal dengan nama ‘Yunnan Akui’ juga meninggal dunia. Ia mengalami pendarahan batang otak setelah pingsan saat sedang melakukan livestream.









Tinggalkan komentar