Telkom & Huawei Perkuat Infrastruktur Digital untuk AI

17 Maret 2026

4
Min Read

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, perusahaan telekomunikasi pelat merah, semakin mengukuhkan posisinya dalam lanskap digital nasional. Langkah terbarunya adalah menjalin kemitraan strategis dengan raksasa teknologi global, Huawei Technologies. Kolaborasi ini dirancang khusus untuk memacu pengembangan infrastruktur digital, dengan fokus utama pada penguatan ekosistem pusat data (data center) dan eksplorasi teknologi mutakhir yang krusial bagi transformasi digital di Indonesia.

Perjanjian kemitraan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan Telkom, anak usahanya yang bergerak di bidang data center, NeutraDC, dan Huawei. Momen bersejarah ini berlangsung di tengah gelaran akbar teknologi dunia, Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, pada tanggal 3 Maret 2026.

Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian integral dari strategi besar TelkomGroup. Tujuannya adalah untuk membangun fondasi infrastruktur digital yang tidak hanya kokoh, tetapi juga mampu bersaing di kancah global. Ia menekankan bahwa momen penandatanganan di MWC Barcelona ini menjadi penanda kuat komitmen Telkom untuk terus bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di dunia.

“Kolaborasi strategis dengan Huawei akan meningkatkan kapabilitas infrastruktur digital kami, mempercepat lahirnya solusi inovatif bagi segmen enterprise, dan memastikan kesiapan talenta kita untuk menjawab setiap tantangan transformasi digital yang dihadapi bangsa,” ujar Seno, seperti dikutip dari siaran pers yang dirilis pada Selasa, 17 Maret 2026.

Penguatan Ekosistem Data Center dan Peluang Kolaborasi

Melalui kemitraan ini, Telkom bersama NeutraDC dan Huawei akan secara aktif menjajaki peluang pengembangan bisnis di sektor infrastruktur digital. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan ekosistem data center yang ada di Indonesia. Huawei, sebagai mitra strategis, juga membuka pintu lebar bagi pemanfaatan fasilitas data center yang dimiliki oleh NeutraDC.

Tidak hanya itu, kerja sama ini juga mencakup potensi penempatan availability zone dari layanan komputasi awan (cloud) milik Huawei di fasilitas NeutraDC. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyediakan infrastruktur yang lebih terintegrasi dan efisien bagi kebutuhan digital masa depan.

Andreuw Th.A.F., CEO NeutraDC Group, menyambut baik potensi kolaborasi ini. Ia percaya bahwa kerja sama dengan Huawei akan secara signifikan memperkuat kesiapan infrastruktur data center. Kesiapan ini sangat vital untuk mendukung tuntutan teknologi masa depan yang semakin kompleks, terutama kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan.

“Bergabung dengan Huawei memberikan kesempatan emas bagi NeutraDC untuk terus menghadirkan infrastruktur data center yang tidak hanya mampu diskalakan dengan mudah, tetapi juga sangat efisien dan siap menghadapi lonjakan kebutuhan AI serta cloud di masa depan. Kami optimis sinergi ini akan menciptakan ekosistem digital yang lebih tangguh dan kompetitif di tingkat global,” ungkap Andreuw.

Transfer Pengetahuan dan Inovasi Teknologi Data Center

Lebih dari sekadar pemanfaatan fasilitas, Huawei juga berkomitmen untuk berbagi keahlian dan pengetahuan mendalam mengenai inovasi teknologi data center terkini. Ini mencakup berbagai aspek krusial seperti teknologi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) yang menopang operasional data center.

Selain itu, Huawei akan membagikan wawasannya terkait arsitektur data center yang modern, pengembangan perangkat keras yang ditenagai oleh AI, serta solusi-solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi energi dan memastikan keberlanjutan operasional. Pengetahuan ini sangat berharga bagi Telkom dan NeutraDC dalam membangun fasilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga ramah lingkungan.

Chi Kaichao, Director Huawei, menyatakan harapannya agar kerja sama ini dapat semakin mempererat sinergi antara Huawei dan Telkom. Tujuannya adalah untuk bersama-sama menghadirkan solusi infrastruktur digital yang inovatif dan berkelanjutan bagi Indonesia.

“Kami yakin kolaborasi ini akan membuka berbagai peluang baru dalam pengembangan ekosistem cloud dan infrastruktur digital, yang pada akhirnya akan mempercepat laju transformasi digital di seluruh penjuru Indonesia,” tegas Chi Kaichao.

Fasilitas Data Center NeutraDC Siap Dukung AI

Sebagai bukti kesiapan infrastruktur digital Telkom, NeutraDC saat ini telah mengoperasikan fasilitas hyperscale data center terbarunya, yaitu NeutraDC Nxera Batam. Fasilitas ini dirancang secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan intensif dari teknologi berbasis AI.

Keunggulan NeutraDC Nxera Batam tidak hanya terletak pada teknologinya, tetapi juga lokasinya yang sangat strategis. Berada di kawasan SIJORI (Singapura, Johor, Riau), fasilitas ini memiliki konektivitas internasional yang kuat, menjadikannya pusat data yang ideal untuk melayani kebutuhan regional dan global.

Diskusi Jangka Panjang dan Strategi Bisnis ICT

Selain seremoni penandatanganan MoU, Telkom dan Huawei juga memanfaatkan momen ini untuk menggelar pertemuan strategis. Agenda utamanya adalah membahas arah kerja sama jangka panjang yang lebih mendalam. Dalam pertemuan tersebut, Seno Soemadji juga berkesempatan bertemu dengan James Zhang, Vice President Carrier Sales Huawei Technologies.

Diskusi yang terjadi mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengembangan data center skala besar (hyperscale), inovasi jaringan generasi mendatang, hingga penguatan kapabilitas bisnis Business-to-Business (B2B) ICT yang dimiliki Telkom. Inisiatif-inisiatif ini selaras dengan strategi Telkom Group dalam membangun ekosistem infrastruktur digital yang komprehensif, baik melalui platform NeutraDC maupun pengembangan jaringan masa depan melalui InfraCo.

Dengan menjalin kerja sama dengan mitra teknologi global terkemuka seperti Huawei, Telkom menargetkan untuk dapat mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan teknologi yang terus berkembang, tetapi juga untuk turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan.

Tinggalkan komentar


Related Post