Angga Dwimas Sasongko Ungkap Kriteria Tablet Ideal untuk Produksi Film

15 Maret 2026

3
Min Read

Jakarta – Menjadi sutradara papan atas seperti Angga Dwimas Sasongko berarti akrab dengan peralatan sinematografi profesional. Namun, di balik layar produksi film yang megah, ia juga mengandalkan perangkat yang lebih ringkas dan personal. Tablet menjadi salah satu gadget andalannya untuk menjaga kedekatan dengan lokasi syuting.

Angga menekankan pentingnya peran sutradara untuk tidak hanya terpaku di ruang kontrol atau video village. Ia ingin berada lebih dekat dengan para aktor dan seluruh elemen produksi di lapangan. Keinginan ini mendorongnya memilih tablet, seperti Xiaomi Pad 8 Pro, yang ringkas dan dapat dijadikan monitor portabel.

Dalam sebuah workshop yang diadakan oleh Xiaomi, Angga berbagi pandangannya. “Sutradara zaman sekarang, yang usianya masih muda, kami ingin lebih dekat dengan kamera, lebih dekat ke set, dan bisa langsung mengarahkan aktor,” ujarnya.

Fleksibilitas ini dimungkinkan berkat kemampuan tabletnya. “Saya bisa menggunakan perangkat ini, terhubung dengan aplikasi yang terintegrasi dengan kamera yang kami pakai di lokasi syuting, juga terhubung dengan video village. Dengan begitu, saya bisa memantau setiap frame kapan pun dan di mana pun saya berada,” jelas Angga.

Kualitas Layar Unggul, Kunci Pemantauan Detail

Selain faktor mobilitas dan ukuran yang ringkas, kualitas layar tablet menjadi kriteria penting bagi Angga. Ia membutuhkan tampilan yang cerah dan detail agar dapat menganalisis setiap frame secara akurat, terlepas dari kondisi pencahayaan di lokasi.

“Saya memerlukan satu perangkat yang memiliki kualitas layar setara monitor profesional. Saya tidak ingin repot menutupi layar dengan jaket hanya agar bisa melihatnya dengan jelas. Dengan layar yang baik, saya bisa melihat setiap detail dalam satu frame dan segera mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.

Kemampuan ini sangat krusial dalam menjaga konsistensi visual dan kualitas artistik sebuah adegan. Layar yang mumpuni memungkinkan sutradara untuk membuat keputusan cepat dan tepat tanpa mengorbankan presisi.

Sutradara Angga Dwimas Sasongko

Sutradara Angga Dwimas Sasongko. Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

Lebih dari Sekadar Monitor: Alat Kreatif dan Produktif

Peran tablet bagi Angga tidak berhenti pada pemantauan selama syuting. Sebagai CEO Visinema, ia dituntut untuk mengelola berbagai dokumen penting dan aktivitas bisnis. Tablet menjadi alat multifungsi yang mendukung produktivitasnya sehari-hari.

Keberadaan fitur seperti WPS Office dengan kemampuan setara PC pada Xiaomi Pad 8 series sangat membantu Angga dalam mengolah dokumen dalam berbagai format. Lebih lanjut, kelengkapan stylus seperti Focus Pen Pro membuka pintu kreativitasnya untuk langsung membuat storyboard.

“Saya butuh tablet yang ringkas, yang bisa saya gunakan untuk membaca, menggambar, membuat storyboard secara instan. Saya juga bisa langsung mencatat ide-ide kasar untuk gerakan kamera,” jelasnya.

Kreativitas yang terintegrasi dalam satu perangkat ringkas ini menjadi solusi efektif bagi Angga yang seringkali harus menangani banyak proyek dengan jadwal padat. Ia mengibaratkan betapa berbahayanya jika hanya mengandalkan kertas untuk mencatat ide-ide penting.

“Saya tidak mungkin menghadapi begitu banyak proyek kompleks dengan tenggat waktu yang ketat hanya dengan membawa kertas. Jika ide itu hilang, selesai sudah. Semua gagasan akan lenyap begitu saja,” kelakarnya, menyoroti pentingnya alat yang andal dan aman untuk menyimpan ide.

Masa Depan Produksi Film yang Semakin Mobile

Fenomena yang diungkapkan Angga Dwimas Sasongko ini mencerminkan tren yang berkembang dalam industri perfilman global. Kebutuhan akan alat produksi yang semakin mobile dan terintegrasi menjadi kunci untuk efisiensi dan kreativitas.

Perangkat seperti tablet dengan kemampuan pemrosesan yang mumpuni, kualitas layar yang superior, serta dukungan aksesori produktivitas, membuka peluang baru bagi para kreator. Mereka tidak lagi terikat pada ruang kerja tradisional, melainkan dapat berkreasi dan memantau proyek dari mana saja.

Dengan demikian, pemilihan gadget yang tepat bukan lagi sekadar preferensi pribadi, melainkan sebuah strategi penting untuk menunjang kualitas dan kelancaran sebuah produksi film. Tablet, dalam pandangan Angga, telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar alat hiburan, melainkan mitra kerja yang krusial bagi sutradara modern.

Tinggalkan komentar


Related Post