Meta Description: Rudal Tomahawk AS hantam pangkalan dekat sekolah di Iran selatan. 168 tewas, termasuk 110 anak. Analisis pakar kuatkan dugaan serangan AS.
Sebuah insiden tragis terjadi di Iran selatan ketika sebuah rudal Tomahawk, yang diyakini milik Amerika Serikat, menghantam sebuah pangkalan militer. Lokasi serangan ini sangat dekat dengan sebuah sekolah dasar, menyebabkan korban jiwa yang sangat besar.
Pemerintah Iran melaporkan bahwa sedikitnya 168 orang tewas dalam peristiwa nahas tersebut. Angka ini mencakup sekitar 110 anak-anak yang merupakan siswa di sekolah dasar yang berada di dekat lokasi kejadian. Analisis mendalam terhadap rekaman video insiden ini semakin memperkuat dugaan keterlibatan pihak asing.
Rekaman yang beredar luas, dirilis oleh kantor berita semi-resmi Mehr dan telah diverifikasi keasliannya oleh BBC Verify, menampilkan momen mengerikan saat sebuah rudal menghantam pangkalan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Pangkalan ini terletak bersebelahan langsung dengan Sekolah Dasar Shajareh Tayebeh di Kota Minab.
Sebelumnya, BBC Verify telah mengkonfirmasi melalui analisis citra satelit, video yang terverifikasi, dan kesaksian para ahli bahwa area di sekitar sekolah tersebut memang menjadi sasaran serangkaian serangan. Bukti-bukti ini sangat penting dalam memahami kronologi kejadian.
Analisis Pakar Ungkap Kemungkinan Pelaku
Para ahli yang menelaah rekaman video terbaru memberikan pandangan krusial. Keberadaan rudal Tomahawk, sebuah sistem senjata canggih yang tidak dimiliki oleh Israel maupun Iran, serta bukti adanya beberapa kali serangan, mengarahkan analisis kepada Amerika Serikat sebagai pelakunya.
Seorang pakar militer menegaskan bahwa sangat kecil kemungkinannya sebuah rudal milik Iran secara tidak sengaja mengenai lokasi yang sama berulang kali dan menyebabkan jumlah korban yang begitu besar. Hal ini menunjukkan adanya tujuan serangan yang spesifik.
Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, pada Sabtu (07/03), secara terbuka menyalahkan Iran atas serangan yang terjadi di sekolah tersebut. Trump menyatakan, “Kami pikir itu dilakukan oleh Iran karena mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda tahu, dengan persenjataan mereka. Mereka sama sekali tidak punya akurasi.” Pernyataan ini memperumit situasi diplomatik antara kedua negara.
Menurut laporan dari CBS, mitra berita BBC di Amerika Serikat, penilaian awal pemerintah AS mengindikasikan bahwa serangan mematikan itu “kemungkinan besar” dilakukan oleh pihak mereka. Namun, mereka menekankan bahwa serangan tersebut tidak disengaja menargetkan sekolah dan kemungkinan mengenai lokasi tersebut akibat kesalahan.
Sumber pemerintah Israel justru menyatakan kepada CBS News bahwa Israel tidak berada di balik serangan tersebut dan militer mereka tidak beroperasi di sekitar sekolah. Iran, di sisi lain, menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab. Namun, hingga kini, kedua negara tersebut belum memberikan pernyataan resmi yang mengkonfirmasi atau menyangkal keterlibatan mereka.
Seorang analis senior di Mackenzie Intelligence Services memberikan pandangan teknis yang signifikan. Ia menyatakan bahwa amunisi yang terlihat dalam video memiliki “seluruh ciri khas rudal Tomahawk AS pada fase terakhir.” Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa rudal tersebut adalah buatan Amerika Serikat.
Mengenal Rudal Tomahawk
Rudal Tomahawk adalah senjata strategis yang memiliki peran penting dalam persenjataan militer modern. Rudal jelajah jarak jauh ini mampu diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kapal selam, kapal perang, maupun pesawat tempur.
Senjata ini telah menjadi bagian integral dari kekuatan militer Amerika Serikat selama beberapa dekade terakhir. Kemampuannya yang canggih membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai operasi militer.
Rudal Tomahawk diproduksi oleh perusahaan pertahanan ternama, Raytheon. Desainnya memungkinkan rudal ini terbang pada ketinggian rendah, memungkinkannya untuk menyerang sasaran tetap dengan presisi tinggi. Sasaran ini meliputi lokasi komunikasi, pertahanan udara, dan infrastruktur militer penting lainnya.
Keunggulan Tomahawk dalam terbang rendah sangat krusial di lingkungan berisiko tinggi. Kondisi ini seringkali membuat pesawat berawak lebih rentan terhadap serangan rudal permukaan ke udara.
Spesifikasi Teknis Rudal Tomahawk
Tomahawk merupakan senjata tanpa awak dengan panjang sekitar 5,6 meter. Ia memiliki jangkauan operasional yang mengesankan, mencapai hingga sekitar 2.400 kilometer. Kecepatan jelajahnya pun tidak main-main, mampu melaju secepat 885 kilometer per jam.
Proses peluncurannya bervariasi tergantung pada platform. Rudal ini dapat diluncurkan secara vertikal dari kapal perang. Sementara itu, dari kapal selam, ia dapat diluncurkan secara horizontal melalui tabung torpedo atau dari peluncur eksternal yang terpasang pada lambung kapal selam.
Tahap awal peluncuran rudal ini ditenagai oleh propelan padat. Setelah itu, mesin turbofan mengambil alih. Mesin ini dirancang untuk menghasilkan panas minimal, sehingga menyulitkan pendeteksian oleh sistem infra merah musuh.
Kemampuannya untuk beroperasi pada ketinggian rendah juga berkontribusi pada kemampuannya menghindari deteksi radar. Ini menjadikannya ancaman yang sulit diantisipasi oleh pertahanan udara lawan.
Teknologi Navigasi Canggih
Setelah memasuki wilayah daratan, Tomahawk mengandalkan sistem panduan yang sangat canggih. Ia menggunakan kombinasi navigasi inersia dan teknologi pencocokan kontur medan (TERCOM).
Dalam sistem TERCOM, peta digital medan yang tersimpan di komputer rudal terus menerus dibandingkan dengan topografi sebenarnya di bawahnya. Proses ini memungkinkan rudal untuk secara akurat mengidentifikasi dan melacak posisinya menuju target.
Saat memindai lanskap, rudal Tomahawk mampu melakukan manuver yang kompleks, mirip dengan pesawat tempur yang berusaha menghindari radar. Rudal ini mampu melintasi medan pada ketinggian yang sangat rendah, berkisar antara 30 hingga 90 meter di atas permukaan tanah.
Sejarah Penggunaan Rudal Tomahawk
Rudal Tomahawk pertama kali diperkenalkan dalam medan perang pada tahun 1991. Penggunaan perdananya terjadi selama Perang Teluk Persia, sebagai bagian dari Operasi Badai Gurun.
Pada masa itu, rudal ini terbukti sangat efektif dalam menghancurkan berbagai target strategis. Termasuk di antaranya adalah lokasi rudal permukaan ke udara, pusat komando dan kendali, serta bahkan istana kepresidenan Irak di Baghdad. Kemampuannya dalam menjangkau dan menghancurkan sasaran vital menjadikannya aset yang tak ternilai dalam konflik tersebut.
Peristiwa di Iran selatan ini kembali menyoroti kekuatan dan potensi kerusakan dari rudal Tomahawk, serta kompleksitas lanskap geopolitik di Timur Tengah. Investigasi lebih lanjut dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait sangat dinantikan untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi ini.









Tinggalkan komentar