Putri Kusuma Wardani berhasil mengukir kemenangan gemilang di laga pembuka final beregu putri SEA Games 2025. Kemenangan ini tidak hanya membawa Indonesia unggul sementara 1-0 atas Thailand, tetapi juga menjadi bukti ketangguhan mental dan strategi yang matang. Putri berhasil mengatasi tekanan berat dan membalikkan keadaan di gim ketiga, memberikan harapan besar bagi tim Merah Putih dalam perburuan medali emas.
Dukungan penuh dari suporter dan solidnya tim pelatih menjadi kunci sukses Putri dalam pertandingan yang menegangkan tersebut. Pertandingan yang digelar di Gymnasium 4 Thammasat University Rangsit Campus ini menjadi ujian mental bagi Putri, namun ia berhasil melewatinya dengan gemilang. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat juang dan dukungan yang tak kenal lelah dapat membawa hasil yang membanggakan.
Kemenangan Dramatis di Laga Pembuka
Awal yang Penuh Tekanan
Putri Kusuma Wardani mengakui bahwa tampil sebagai pemain pertama dalam pertandingan memberikan tekanan tersendiri. Beban ini semakin terasa ketika pertandingan harus berlanjut hingga gim ketiga yang krusial. Namun, ia berhasil mengatasinya dengan baik.
Dukungan yang Membangkitkan Semangat
Kehadiran suporter yang memadati tribun dan dukungan dari tim pelatih menjadi pemicu semangat bagi Putri. Dukungan tersebut memberikan dorongan emosional yang signifikan, membuatnya tetap tenang dan fokus di momen-momen genting.
Putri: Belajar dari Pengalaman
Putri mengungkapkan bahwa ia belajar dari dua pertandingan sebelumnya untuk menghadapi tekanan dalam pertandingan kali ini. Ia juga mengaku dukungan dari berbagai pihak sangat membantunya untuk bangkit dan meraih kemenangan.
“Pertandingan hari ini cukup kosong tapi tetap ada tegang dan pressure, apalagi karena aku yang membuka pertandingan untuk Indonesia. Tapi semua itu aku pelajari dari dua pertandingan sebelumnya,” ujar Putri.
Kebangkitan di Gim Penentuan
Putri sempat tertinggal 7-12 pada gim ketiga. Namun, dukungan dari seluruh elemen tim menjadi pemantik kebangkitannya. Ia mampu menyamakan skor menjadi 14-14 dan akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 21-16.
“Dukungan dari supporter, tim Indonesia, tim aku sendiri, serta pelatih Pak Imam dan Cici di belakang itu sangat membantu. Itu yang membuat aku semangat dan bisa bangkit,” katanya.
Keyakinan dalam Keterpurukan
Putri percaya bahwa ia masih memiliki peluang untuk menang meskipun tertinggal dalam perolehan poin. Ia teringat pengalamannya di masa lalu yang membuatnya yakin bahwa ia bisa membalikkan keadaan.
“Waktu tertinggal 12-7, aku berpikir kalau ketinggalan belum tentu kalah. Aku pernah ada di posisi tertinggal cukup jauh dan tetap bisa menang, jadi aku percaya masih ada peluang,” ujarnya.
Penyesuaian Taktik
Putri juga melakukan penyesuaian taktik pada gim ketiga untuk mengatasi kondisi angin di lapangan. Ia mengatur pengembalian bola dengan lebih hati-hati dan memperbanyak reli untuk meminimalkan tekanan lawan.
Jadwal Pertandingan Selanjutnya
Setelah kemenangan Putri, pertandingan dilanjutkan dengan partai ganda putri yang mempertemukan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melawan Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran.
Berikutnya, Gregoria Mariska Tunjung akan berhadapan dengan Ratchanok Intanon di sektor tunggal putri. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari akan bertanding melawan Ornnicha Jongsathpornparn/Jhenicha Sudjaipraparat.
Pada partai terakhir, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi akan berhadapan dengan Supanida Katethong.









Tinggalkan komentar