Viral! Warga Bekasi Ngamuk Banjir, Pemkot Bantah Bohong Soal Tertibkan Kali.

Kilas Rakyat

1 Februari 2026

3
Min Read

Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memicu perhatian luas publik. Keprihatinan semakin mendalam setelah beredarnya video di media sosial yang menampilkan curahan hati seorang warga Bekasi yang rumahnya telah dilanda banjir berulang kali dalam sebulan terakhir.

Kondisi ini muncul di tengah upaya Pemerintah Kota Bekasi untuk memitigasi banjir. Sebelumnya, Pemkot Bekasi telah melakukan berbagai langkah, termasuk pembongkaran bangunan liar di bantaran Kali Bekasi. Tindakan ini diklaim sebagai upaya mengurangi penyempitan alur sungai yang seringkali menjadi penyebab luapan air ke permukiman saat hujan deras.

Selain penertiban bangunan, Pemerintah Kota Bekasi dilaporkan juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane untuk melakukan penataan ulang daerah aliran sungai. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menahan laju banjir di kawasan tersebut.

Namun, di tengah upaya tersebut, keluhan warga kembali mengemuka melalui unggahan di akun Instagram @bekasi.kita pada Sabtu, 31 Januari 2026. Video tersebut menampilkan seorang ibu dari Kampung Tambun Tua, Desa Srimukti, Tambun Utara, memperlihatkan kondisi rumahnya yang masih dipenuhi sisa air dan lumpur sisa banjir.

Dengan logat Betawi yang khas, ia mengungkapkan bahwa meskipun banjir di rumahnya telah surut, genangan air masih menyisakan ketinggian setinggi mata kaki. Ia juga menggambarkan betapa kotornya rumah akibat lumpur, yang menyulitkan proses pembersihan perabotan dan lantai.

“Banjir di rumah saya sudah surut, tapi masih menyisakan genangan setinggi mata kaki. Kondisinya jadi kotor sekali karena lumpur, bikin susah bersihin perabotan dan lantai rumah,” ujar ibu tersebut dalam video.

Ia menyampaikan keluhannya dengan nada yang mencampurkan kesabaran dan kekesalan, seolah berbicara langsung kepada fenomena banjir yang tak kunjung usai. Dalam video yang sama, ibu tersebut menambahkan bahwa banjir di wilayahnya telah terjadi hingga tiga kali dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Pernyataan tersebut mencerminkan kelelahan warga yang harus berulang kali membersihkan rumah dan memulihkan aktivitas sehari-hari pasca-banjir. Beban fisik dan mental yang dirasakan warga menjadi sorotan utama dalam unggahan tersebut.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di jagat maya dan memancing beragam komentar dari warganet. Banyak yang mengaku mengalami kondisi serupa di berbagai wilayah Bekasi, menunjukkan bahwa masalah banjir ini bersifat meluas.

Sebagian warganet menyampaikan empati mendalam terhadap kesulitan yang dialami oleh para korban banjir. Sementara itu, banyak pula yang menyuarakan harapan agar pemerintah dapat segera menemukan dan menerapkan solusi jangka panjang yang efektif untuk mencegah banjir terulang setiap musim hujan.

Di sisi lain, pemerintah daerah menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan waktu. Penanganan ini juga menuntut adanya kolaborasi lintas instansi serta dukungan penuh dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan sungai agar tidak kembali menjadi sumber masalah.

Tinggalkan komentar


Related Post