Pedagang Es Gabus Viral Dianiaya, Kini Banjir Bantuan: Sembako hingga Motor!

Kilas Rakyat

28 Januari 2026

2
Min Read

Viral di media sosial, seorang pedagang es gabus bernama Suderajat menjadi korban tudingan menjual dagangan berbahaya. Video yang beredar memperlihatkan aparat mendesak es gabus ke mulut Suderajat dan bahkan melakukan kekerasan. Kejadian ini sontak menuai kecaman dari warganet, mengingat Suderajat yang berdagang di Kemayoran, Jakarta Pusat, telah berupaya menjelaskan bahwa es yang dijualnya murni terbuat dari bahan-bahan yang aman.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026. Upaya Suderajat untuk membuktikan kejujurannya akhirnya terbayar lunas. Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat secara definitif menyatakan bahwa es gabus yang dijual Suderajat aman untuk dikonsumsi. Kabar baik ini sekaligus mematahkan tudingan miring yang sempat viral dan meresahkan masyarakat.

Permohonan Maaf Aparat dan Penjelasan Kejadian

Menyikapi kegaduhan yang ditimbulkan oleh video tersebut, kedua oknum aparat yang terlibat akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Mereka mengakui kesalahan dalam mengambil kesimpulan terburu-buru tanpa menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar mereka.

Mereka menjelaskan bahwa niat awal mereka adalah merespon kekhawatiran masyarakat terhadap potensi peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka. Namun, tindakan tersebut dinilai terlalu cepat menyimpulkan tanpa adanya verifikasi dan klarifikasi yang memadai.

“Atas kekeliruan ini, kami memohon maaf sedalam-dalamnya khususnya kepada Bapak Suderajat pedagang es yang terdampak,” imbuh mereka.

Dampak Psikologis dan Bantuan yang Mengalir

Akibat kejadian ini, Suderajat mengaku mengalami trauma mendalam. Ia merasa kapok untuk kembali berdagang es gabus, padahal profesi ini telah ia tekuni selama 30 tahun. Suderajat biasanya mendapatkan stok es gabus dari pabrik di Depok dan menjualnya di kawasan Kemayoran.

Namun, di tengah kepedihan yang dirasakannya, simpati dan bantuan mulai berdatangan dari berbagai pihak. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta jajaran kepolisian memberikan dukungan moril dan materil kepada Suderajat.

Di kediamannya di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Suderajat menerima bantuan berupa sembako, beasiswa pendidikan, dan sebuah sepeda motor. Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, juga turut memberikan bantuan berupa sepeda motor dan tambahan modal usaha untuk membantu Suderajat bangkit kembali.

Tinggalkan komentar


Related Post