Mantan Rockstar Ungkap ‘GTA Tokyo’ Gagal: Akhir Kisah yang Tak Pernah Jadi Nyata

Kilas Rakyat

18 Januari 2026

2
Min Read

Grand Theft Auto (GTA), seri game yang telah mendunia, identik dengan setting Amerika Serikat yang ikonik. Namun, pernahkah terbayang bagaimana jadinya jika GTA hadir dengan latar belakang kota-kota megah di luar Amerika? Ide tersebut ternyata bukan hanya angan-angan para penggemar, melainkan sebuah proyek yang pernah dipertimbangkan oleh Rockstar Games. Salah satunya adalah GTA Tokyo.

Mantan petinggi Rockstar, Obbe Vermeij, baru-baru ini membocorkan detail menarik seputar rencana pengembangan game ini. Meskipun ide ini sempat menjadi kenyataan, pada akhirnya proyek GTA Tokyo urung dirilis. Apa yang menjadi penyebab di balik keputusan besar tersebut?

GTA Tokyo: Mimpi yang Hampir Jadi Nyata

Vermeij mengungkapkan bahwa ide untuk membawa GTA ke berbagai kota di dunia pernah dibahas. Selain Tokyo, kota-kota seperti Rio de Janeiro, Moskow, dan Istanbul juga masuk dalam daftar pertimbangan. Dari semua opsi tersebut, GTA Tokyo menjadi yang paling serius untuk direalisasikan.

Proses Pengembangan Sempat Dimulai

Rencana untuk menghadirkan GTA Tokyo bahkan melibatkan studio game di Jepang. Studio tersebut akan mengambil kode dasar dari Rockstar untuk mengembangkan game tersebut. Namun, pada akhirnya proyek ini tidak berlanjut.

Vermeij mengungkapkan langsung:

Studio lain di Jepang akan mengerjakannya, mengambil kode kami dan membuat GTA: Tokyo. Tapi pada akhirnya itu tidak terjadi,”

Alasan di Balik Pembatalan Proyek

Keputusan untuk membatalkan proyek GTA Tokyo ternyata didasari oleh beberapa pertimbangan pragmatis. Rockstar, dengan mempertaruhkan miliaran dolar dalam pengembangan game, cenderung memilih jalur yang lebih aman.

Vermeij menjelaskan alasan tersebut:

ketika miliaran dolar dipertaruhkan, terlalu mudah untuk berkata ‘mari kita lakukan apa yang kita tahu lagi’“.

Faktor Budaya dan Pasar

Amerika Serikat, dengan budaya pop yang mendunia, menawarkan latar yang familiar bagi pemain di seluruh dunia. Selain itu, pendiri Rockstar, Dan Houser, juga menyoroti pentingnya unsur satir terhadap budaya Amerika dan ketersediaan senjata api dalam seri GTA.

Houser menegaskan bahwa elemen-elemen tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari DNA GTA:

Anda membutuhkan senjata,

Ia menambahkan bahwa formula tersebut mungkin tidak akan berhasil di tempat lain dengan cara yang sama.

Tantangan Pengembangan dan Risiko

Dengan siklus pengembangan game yang memakan waktu lebih dari satu dekade, mengambil risiko dengan latar tempat baru yang eksotis dianggap kurang realistis. Hal ini menjadi tantangan besar bagi harapan untuk melihat GTA berlatar di luar Amerika Serikat.

Keputusan ini pada akhirnya mengukuhkan Amerika Serikat sebagai setting utama dalam seri GTA, meskipun ide-ide menarik untuk menjelajahi kota-kota lain di dunia pernah menjadi bagian dari rencana pengembangan game legendaris ini.

Tinggalkan komentar


Related Post