Jakarta, Suara.com – Ardana Cikal Damarwulan, atlet panjat tebing muda Indonesia, berhasil mengukir prestasi gemilang di panggung SEA Games Thailand 2025. Di usianya yang baru 15 tahun, Cikal sukses meraih medali emas pada debutnya di ajang olahraga bergengsi se-Asia Tenggara ini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata potensi besar yang dimiliki Cikal dalam dunia panjat tebing.
Kemenangan Cikal tidak hanya membanggakan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi Indonesia, khususnya Kota Bandung. Medali emas yang diraihnya menjadi suntikan semangat bagi perkembangan olahraga panjat tebing di tanah air. Prestasi ini juga membuka lebar harapan untuk meraih lebih banyak lagi kesuksesan di masa depan, termasuk target utama Olimpiade 2032.
Ardana Cikal Ukir Sejarah di Bangkok
Final yang Mendebarkan
Pertandingan final panjat tebing SEA Games 2025 yang digelar di Bangkok Sport Climbing Center pada 12 Desember 2025 berlangsung sangat menegangkan. Cikal tampil memukau dengan mencatatkan skor 39+, mengungguli pesaing-pesaingnya yang lebih berpengalaman. Ia berhasil mengamankan posisi teratas dan meraih medali emas.
Kalahkan Tuan Rumah
Dalam pertandingan final tersebut, Cikal berhasil mengalahkan wakil tuan rumah, Aueareechit Auswin, yang harus puas dengan medali perak setelah mencatatkan skor 38. Kemenangan ini semakin terasa istimewa karena diraih di kandang lawan, menunjukkan mental juara yang dimiliki oleh atlet muda Indonesia ini.
FPTI Kota Bandung Bangga
Kebanggaan Ketua FPTI
Keberhasilan Ardana Cikal meraih medali emas SEA Games 2025 disambut dengan rasa bangga oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bandung. Ketua Pengcab FPTI Kota Bandung, Iwan Darmawan, mengungkapkan kebahagiaannya atas prestasi yang diraih oleh atlet binaannya.
Iwan Darmawan mengaku sangat bangga dengan pencapaian Ardana Cikal, apalagi ini adalah penampilan pertamanya di ajang SEA Games. Ia melihat potensi besar dalam diri Cikal dan berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk terus berkembang.
Peran Klub dan Pelatnas
Ardana Cikal adalah atlet binaan klub Eiger. Ia telah mengikuti berbagai kejuaraan, baik di dalam maupun di luar negeri. Sebelum akhirnya bisa tampil di SEA Games 2025, Cikal juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Iwan Darmawan menjelaskan bagaimana pembinaan yang dilakukan secara berjenjang membuahkan hasil. “Alhamdulillah dari pembinaan di klub, masuk pelatnas secara mandiri, sampai akhirnya dipercaya tampil di SEA Games dan langsung meraih medali emas,” ujarnya.
Prestasi Cikal adalah hasil kerja keras banyak pihak, termasuk tim pelatih dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung. Iwan berharap, dengan adanya prestasi ini, sarana dan prasarana olahraga panjat tebing di Kota Bandung dapat ditingkatkan untuk mendukung pembinaan atlet di masa mendatang.
Target Olimpiade 2032
Harapan untuk Masa Depan
Iwan Darmawan berharap prestasi yang diraih Cikal dapat menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. FPTI Kota Bandung menargetkan Cikal untuk bisa menembus Olimpiade, baik pada tahun 2028 maupun 2032.
“Harapan kami untuk Cikal bisa menembus Olimpiade 2028 atau 2032. Usianya masih sangat muda, dan target utamanya memang Olimpiade 2032,” pungkasnya.
Fokus ke Kejuaraan Dunia
Setelah sukses di SEA Games 2025, Cikal kini telah mengalihkan fokusnya pada target jangka panjang, yaitu Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2027 atau Climbing World Championships 2027. Hal ini menunjukkan semangat juang dan ambisi besar yang dimiliki oleh atlet muda berbakat ini.









Tinggalkan komentar