Peraih medali perak Olimpiade Rio 2016, Goh Liu Ying, memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan yang diambil oleh Direktur Kepelatihan Ganda Nasional Malaysia, Rexy Mainaky. Kebijakan tersebut berupa pengurangan frekuensi turnamen bagi para pemain nasional mulai musim depan. Liu Ying meyakini langkah ini krusial untuk membantu para atlet fokus pada target utama mereka, khususnya Olimpiade.
Liu Ying, yang memiliki pengalaman gemilang di dunia bulu tangkis, menekankan pentingnya strategi yang tepat bagi pemain elite dunia. Ia percaya bahwa dengan mengurangi beban turnamen, pemain dapat mengoptimalkan persiapan dan performa mereka di ajang-ajang bergengsi. Kebijakan ini dinilai sangat relevan bagi pemain yang berada di peringkat 10 besar dunia.
Dukungan terhadap Kebijakan Rexy Mainaky
Goh Liu Ying mendukung penuh langkah Rexy Mainaky dalam mengurangi frekuensi turnamen bagi pemain nasional. Ia percaya bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif bagi para atlet dalam mempersiapkan diri menuju Olimpiade.
Fokus pada Olimpiade
Menurut Liu Ying, target utama bagi para pemain elite dunia adalah Olimpiade. Oleh karena itu, pengurangan turnamen akan memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada persiapan dan peningkatan performa di ajang tersebut.
Pelajaran dari China
Liu Ying menyoroti bagaimana China telah sukses menerapkan strategi serupa dalam membina atlet-atlet papan atas mereka. Ia menilai pendekatan ini sangat efektif dalam perencanaan jangka panjang.
Penilaian Terhadap Penampilan Chen/Toh
Selain membahas kebijakan pengurangan turnamen, Liu Ying juga memberikan penilaian terhadap penampilan pasangan ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei, di BWF World Tour Finals (WTF).
Penampilan yang Wajar
Liu Ying menilai performa Chen/Toh di WTF masih berada dalam batas yang wajar, meskipun mereka gagal melaju ke partai puncak. Ia menekankan bahwa tidak ada kejutan besar, namun juga tidak mengecewakan.
Faktor Kelelahan
Liu Ying juga menyoroti faktor kelelahan sebagai salah satu penyebab kekalahan Chen/Toh. Ia menyebutkan padatnya jadwal pertandingan dan perjalanan panjang menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.
“Tidak mungkin jika dikatakan tidak ada pengaruh kelelahan. Perjalanan jauh, bermain selama dua pekan berturut-turut, lalu langsung tampil di World Tour Finals tentu sangat melelahkan. Apalagi, lawan yang dihadapi juga tidak mudah,”
Perubahan Strategi Lawan
Liu Ying juga menyebutkan bahwa kekalahan Chen/Toh disebabkan oleh perubahan strategi yang dilakukan oleh lawan mereka.
“Meski mereka pernah mengalahkan pasangan China sebelumnya, saya melihat lawan sudah melakukan perubahan strategi, sehingga kini tidak mudah untuk menang,”
Evaluasi dan Perbaikan
Liu Ying menegaskan bahwa hasil yang diraih Chen/Toh harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kelemahan yang masih ada.
“Kekalahan tersebut harus menjadi pelajaran untuk memperbaiki kelemahan yang masih ada,”
Sebagai informasi tambahan, Goh Liu Ying adalah legenda ganda campuran Malaysia yang meraih medali perak di Olimpiade Rio 2016 bersama Chan Peng Soon.









Tinggalkan komentar