Langkah ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus terhenti di babak semifinal BWF World Tour Finals 2025. Pasangan ini takluk dari ganda Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam pertandingan yang digelar di Hangzhou Olympic Sports Center Gymnasium, Sabtu lalu.
Kekalahan ini menyimpan cerita pilu, terutama karena kondisi fisik Reza yang tidak prima. Cedera pergelangan kaki kiri yang dialaminya menjadi hambatan utama dalam upayanya untuk melaju ke babak final. Performa yang tak maksimal ini tentu saja mengecewakan para penggemar bulu tangkis Tanah Air.
Perjuangan Berat Reza di Tengah Cedera
Ketidaknyamanan pada pergelangan kaki kiri Reza menjadi penyebab utama terhentinya langkah mereka di turnamen bergengsi ini. Masalah ini ternyata sudah dirasakan sejak fase penyisihan grup, namun semakin memburuk saat pertandingan semifinal.
Kronologi Cedera dan Dampaknya
- Reza merasakan sakit pada pergelangan kaki kirinya sejak laga ketiga fase penyisihan grup.
- Kondisi tersebut semakin memburuk saat pertandingan semifinal.
- Rasa sakit membatasi pergerakan dan performa Reza di lapangan.
Keterangan dari Sabar Karyaman Gutama
Sabar Karyaman Gutama mengakui bahwa kondisi rekannya sangat memengaruhi performa mereka. Ia juga menambahkan bahwa meski ada kendala, mereka berdua telah berusaha memberikan yang terbaik.
“Memang ada sedikit kendala pada kondisi Reza, khususnya di kaki kiri bagian pergelangan. Hal itu membuat Reza tidak bisa bermain dengan terlalu leluasa hari ini. Meski begitu, kami tetap berusaha memberikan yang terbaik di pertandingan tadi,”
Pengakuan Moh Reza Pahlevi Isfahani
Reza sendiri mengakui bahwa cedera yang dialaminya sangat mengganggu. Ia menjelaskan bahwa rasa sakit sudah mulai terasa sejak fase grup, tetapi ia tetap memaksakan diri untuk bermain.
“Karena ingin tampil maksimal untuk bisa menuju semifinal, kemarin masih saya paksakan dan rasa sakitnya belum separah hari ini,”
Reza juga mengungkapkan bahwa meski telah menjalani perawatan, rasa sakitnya masih sangat terasa saat bertanding. Hal ini membuatnya kesulitan bergerak leluasa di lapangan.
“Sebenarnya sudah ada terapi tetapi mungkin itu belum cukup. Di pertandingan tadi pun, untuk melangkah saja masih terasa sangat sakit jadi memang cukup mengganggu dan saya jadi tidak bisa bermain dengan leluasa,”
Peran Cedera dalam Hasil Pertandingan
Cedera yang dialami Reza jelas memberikan dampak signifikan pada performa ganda putra Indonesia ini. Meskipun telah berusaha maksimal, keterbatasan fisik membuat mereka kesulitan menghadapi ganda Korea Selatan. Hal ini sekaligus mengakhiri impian mereka untuk meraih gelar juara di BWF World Tour Finals 2025.









Tinggalkan komentar