Meta Dikabarkan Kembangkan Model AI Rahasia “Avocado” Mengubah Lanskap AI

Kilas Rakyat

11 Desember 2025

4
Min Read

Jakarta (ANTARA) – Raksasa teknologi Meta dikabarkan tengah menyiapkan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, yang diberi nama kode “Avocado”.

Langkah ini digadang-gadang akan menandai perubahan strategis yang sangat signifikan, menjauhkan perusahaan dari pendekatan pengembangan model sumber terbuka (open source) yang selama ini dianutnya secara luas.

Menurut laporan eksklusif dari Engadget pada Kamis (25/7), model AI “Avocado” ini direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada tahun 2026 mendatang.

Berbeda dengan tradisi Meta sebelumnya yang mengedepankan keterbukaan, model ini diperkirakan tidak akan tersedia secara bebas untuk diakses oleh khalayak umum maupun pengembang.

Tim di Balik “Avocado” dan Pergeseran Strategi

Proyek ambisius “Avocado” saat ini sedang dikerjakan oleh sebuah tim khusus yang relatif kecil, yang dikenal dengan nama “TBD”.

Tim ini beroperasi di bawah payung besar AI Superintelligence Labs Meta, sebuah unit riset canggih perusahaan.

Kepemimpinan tim dipegang oleh Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, sosok yang dikenal memiliki preferensi kuat terhadap pengembangan model kecerdasan buatan dengan pendekatan tertutup.

Pergeseran ini mengindikasikan adanya perubahan arah strategis yang mendalam bagi Meta, setelah berbulan-bulan CEO Mark Zuckerberg secara konsisten mengirimkan sinyal.

Zuckerberg telah mengisyaratkan bahwa perusahaan mulai menjauh dari strategi open source, sebuah pendekatan yang telah lama menjadi ciri khas dalam pengembangan lini model Llama mereka.

Sebelumnya, Mark Zuckerberg dikenal sebagai advokat utama untuk AI sumber terbuka, bahkan pernah mengungkapkan visinya terkait posisi Meta dalam sektor tersebut.

Namun, ia juga telah menyatakan dengan jelas bahwa perusahaan tidak akan selalu mengadopsi pendekatan tersebut untuk semua pengembangan modelnya.

CEO Meta tersebut juga menyuarakan kekhawatiran seriusnya, terutama yang berkaitan dengan aspek keamanan yang muncul seiring dengan pengembangan teknologi kecerdasan super (superintelligence).

Pernyataan yang Dilaporkan dari Mark Zuckerberg:

“Meta akan menjadi pemimpin dalam sektor AI open source, namun menegaskan perusahaan tidak akan selalu mengembangkan model dengan pendekatan tersebut. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait keamanan karena berkaitan dengan teknologi kecerdasan super (superintelligence).”

Kendala Llama 4 dan Restrukturisasi Internal

Perubahan drastis dalam strategi ini disebut-sebut juga dipicu oleh serangkaian kendala signifikan yang menghambat proses pengembangan model Llama 4.

Salah satu varian penting, Llama 4 “Behemoth,” dilaporkan telah mengalami penundaan berbulan-bulan dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Situasi ini bahkan membuat Alexandr Wang bersama beberapa eksekutif senior di Meta dikabarkan sempat mendiskusikan opsi untuk membatalkan sepenuhnya proyek pengembangan Llama 4.

Selain itu, para pengembang internal Meta juga disebut kurang puas dan terkesan dengan kinerja beberapa varian Llama 4 yang sudah berhasil dikembangkan.

Secara internal, divisi AI Meta juga telah mengalami sejumlah restrukturisasi dan perubahan signifikan seiring dengan ambisi besar perusahaan.

Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan masif investasi perusahaan untuk mengejar tujuan jangka panjang dalam mencapai kecerdasan super atau superintelligence.

Laporan menunjukkan bahwa Meta telah mengalokasikan miliaran dolar Amerika Serikat untuk membentuk tim-tim khusus yang berfokus pada pengembangan AI mutakhir.

Namun, dalam proses restrukturisasi ini, perusahaan juga harus melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan pegawainya.

Para karyawan yang terkena dampak tersebut sebagian besar berasal dari unit Fundamental Artificial Intelligence Research (FAIR), sebuah bagian penting dalam riset AI Meta.

Tantangan dan Investasi Besar

Potensi pergeseran Meta menuju pengembangan model AI tertutup ini merupakan langkah yang sangat signifikan dan penuh kontradiksi bagi Zuckerberg.

Pasalnya, belum lama ini, tepatnya tahun lalu, ia secara terbuka pernah menolak keras konsep platform tertutup.

Bahkan, Zuckerberg kala itu diketahui menulis sebuah memo penting yang berjudul “Open Source AI is the Path Forward.”

Meski demikian, di balik semua itu, Zuckerberg juga dilaporkan menyimpan kekhawatiran mendalam.

Ia khawatir bahwa Meta akan tertinggal jauh di belakang para pesaing utamanya dalam perlombaan AI global, seperti OpenAI dan Google yang terus bergerak maju.

Guna mewujudkan ambisinya yang besar di bidang kecerdasan buatan, Meta sebelumnya telah mengumumkan rencana investasi fantastis.

Perusahaan akan mengalokasikan sekitar 600 miliar dolar AS dalam beberapa tahun mendatang.

Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pembangunan pusat data berskala raksasa di berbagai lokasi strategis di Amerika Serikat, untuk mendukung infrastruktur AI mereka.

Tinggalkan komentar


Related Post