Petualangan Maut Pemuda Kediri: 3 Hari Hilang di Sungai Brantas

Kilas Rakyat

7 Agustus 2025

3
Min Read

Gunawan, pemuda 29 tahun asal Kediri, ditemukan selamat setelah tiga hari dinyatakan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Brantas, Tulungagung. Penemuan ini menjadi kabar gembira bagi keluarga dan tim penyelamat yang telah bekerja keras selama beberapa hari.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa Gunawan ditemukan oleh warga Desa Bathokan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, pada Rabu pagi sekitar pukul 09.35 WIB. Saat ditemukan, korban tergeletak lemas di pinggir sungai dengan pakaian basah. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.

“(Saat ditemukan) posisi korban tergeletak, kondisinya lemas dan bajunya basah. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,5 km dari lokasi kejadian,” ujar Nanang selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini. Pernyataan ini menggarisbawahi kondisi kritis Gunawan saat ditemukan dan menggambarkan upaya pencarian yang telah dilakukan.

Setelah ditemukan, warga segera membawa Gunawan ke Balai Desa Bathokan dan melaporkan penemuan tersebut ke posko SAR gabungan di Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Keluarga Gunawan dan tim SAR gabungan tiba di balai desa sekitar pukul 10.15 WIB untuk konfirmasi dan membawa Gunawan pulang.

Kejadian bermula saat Gunawan memancing di Sungai Brantas di bawah jembatan rel kereta api pada Minggu malam. Diduga, ia terpeleset dan jatuh ke sungai. Insiden ini menyoroti bahaya memancing di lokasi yang rawan dan kurang aman.

Tim SAR segera melakukan pencarian intensif setelah menerima laporan kehilangan. Satu tim rescue dari Pos SAR Trenggalek dikerahkan untuk memimpin operasi dan menyusun strategi pencarian. Upaya pencarian ini melibatkan tiga tim SRU (Search and Rescue Unit) air dan tiga perahu karet.

“Upaya pencarian korban sudah dimulai sejak laporan awal. Kami mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Trenggalek untuk membentuk struktur operasi dan menyusun langkah-langkah pencarian korban,” tambah Nanang Sigit. Pernyataan ini menunjukkan kesigapan dan profesionalisme tim SAR dalam melakukan pencarian.

Pencarian dilakukan secara intensif selama tiga hari di beberapa lokasi yang dicurigai, termasuk daerah tambangan Ngadi, tambangan Ploso, dan di jembatan Wijaya Kusuma. Tim SAR juga menggunakan manuver perahu untuk menciptakan gelombang air yang diharapkan dapat mengangkat korban jika berada di dalam air. Personel lain memantau pencarian dari darat.

“Manuver ini dilakukan untuk menciptakan gelombang air yang diharapkan dapat mengangkat korban yang posisinya diduga ada di dalam air. Sementara beberapa personel dikerahkan untuk memantau dari darat,” jelas Nanang. Strategi pencarian ini menunjukkan upaya maksimal yang dilakukan oleh tim SAR untuk menemukan korban.

Masyarakat setempat juga turut membantu dalam pencarian. Dengan ditemukannya Gunawan dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

“Atas nama SAR Mission Coordinator, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh potensi SAR yang terlibat dalam operasi ini,” pungkas Nanang Sigit. Ungkapan terima kasih ini menunjukkan penghargaan atas kerja keras dan dedikasi seluruh tim SAR dalam operasi penyelamatan ini. Keberhasilan operasi ini juga menunjukkan pentingnya kerjasama antara tim SAR dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Tinggalkan komentar


Related Post