Aksi Rasisme Bobotoh: Usulan Sanksi Pengurangan Poin Persib

Kilas Rakyat

6 Mei 2025

3
Min Read

Kegembiraan Persib Bandung atas kemenangannya di Liga 1 Indonesia 2024-2025 tercoreng oleh insiden rasisme yang menimpa dua pemain Malut United asal Papua, Yakob dan Yance Sayuri. Kemenangan tersebut diraih setelah Persebaya Surabaya bermain imbang melawan Persik Kediri.

Insiden rasisme ini terjadi setelah pertandingan pekan ke-31 Liga 1 antara Malut United dan Persib Bandung di Stadion Kie Raha, Maluku, Jumat, 2 Mei 2025. Malut United menang tipis 1-0 atas Persib Bandung. Usai pertandingan, salah satu pemain Malut United menjadi sasaran ujaran kebencian berbau rasisme.

Tuduhan Rasisme dan Seruan Sanksi Tegas

Mayor Arh Dr. Djoko Purwoko, Komisaris Utama FC Malang United, mengecam keras tindakan rasisme tersebut. Ia menyatakan bahwa luka yang ditimbulkan oleh ujaran kebencian terhadap masyarakat Papua sangat dalam, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Beliau yang juga merupakan Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih sangat memahami kondisi di Papua.

Djoko Purwoko mendesak PSSI untuk menjatuhkan sanksi tegas berupa pengurangan poin bagi Persib Bandung. Hal ini dianggap sebagai bentuk tanggung jawab moral atas perilaku sebagian pendukungnya. Ia menekankan bahwa tindakan rasisme bukan hanya masalah sepak bola, melainkan serangan terhadap nilai-nilai kebhinekaan dan kemanusiaan.

Selain sanksi kepada klub, Djoko juga menyerukan proses hukum terhadap para pelaku ujaran rasis berdasarkan UU ITE dan KUHP tentang diskriminasi rasial. Ia juga meminta peran aktif PSSI dalam mengkampanyekan anti-rasisme di dunia sepak bola Indonesia.

Tanggung Jawab Moral dan Hukum

Menurut Djoko, tindakan rasisme merupakan kejahatan sosial yang memerlukan tindakan hukum, bukan hanya imbauan moral. Ia menekankan bahwa menghina orang Papua sama artinya dengan menghina nilai-nilai Pancasila.

Ia berharap agar insiden ini menjadi momentum bagi seluruh klub sepak bola, PSSI, dan pemerintah untuk membuktikan komitmen Indonesia terhadap persatuan dan keadilan. Sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu bangsa, bukan pemicu perpecahan.

Dampak dan Implikasi Insiden Rasisme

Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas upaya pencegahan dan penindakan rasisme dalam sepak bola Indonesia. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi dan kesadaran kolektif untuk memberantas rasisme.

Kejadian ini juga menunjukkan kerentanan kelompok minoritas dalam dunia sepak bola. Perlu upaya sistematis untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebas dari rasisme bagi semua pemain dan pendukung.

Langkah konkret yang dibutuhkan antara lain: peningkatan pengawasan di stadion, penegakan hukum yang tegas, serta kampanye anti-rasisme yang lebih intensif dan berkelanjutan. PSSI memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan sepak bola yang sportif dan bebas dari diskriminasi.

Persib Bandung, sebagai juara Liga 1, harus menunjukkan komitmen nyata untuk menangani masalah ini. Dukungan aktif dari klub terhadap upaya anti-rasisme sangatlah dibutuhkan. Perlu investigasi menyeluruh dan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam tindakan rasisme.

Tinggalkan komentar


Related Post