Bank Mandiri dan KJRI Penang Pacu Kewirausahaan PMI Melalui Program Sahabatku

Kilas Rakyat

4 Mei 2025

3
Min Read

Bank Mandiri, melalui anak usahanya Mandiri International Remittance (MIR), menunjukkan komitmen kuatnya dalam pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program-program berkelanjutan. Salah satu inisiatif terbaru adalah program Mandiri Sahabatku, yang bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan literasi keuangan para PMI.

Program Mandiri Sahabatku yang diselenggarakan di Penang, Malaysia, merupakan langkah penting dalam memperluas jangkauan program ini. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali diadakan di wilayah Penang dan diikuti oleh 40 PMI, mayoritas pekerja pabrik di sektor manufaktur. Program ini memberikan pelatihan dan edukasi yang penting bagi para PMI agar mereka dapat lebih siap secara finansial, baik selama bekerja di luar negeri maupun setelah kembali ke Indonesia.

Pentingnya Literasi Keuangan dan Kewirausahaan bagi PMI

Presiden Direktur Mandiri International Remittance, Fitri Wahyu Adihartati, menekankan pentingnya literasi keuangan yang memadai dan semangat kewirausahaan bagi PMI. Keterampilan ini tidak hanya penting untuk mengelola penghasilan mereka selama bekerja di luar negeri, tetapi juga sebagai bekal untuk memulai usaha mandiri setelah kembali ke Tanah Air. Hal ini sejalan dengan visi Bank Mandiri untuk mendukung transformasi PMI menjadi wirausahawan yang sukses dan mandiri.

Program Mandiri Sahabatku dirancang untuk memberikan bekal tersebut. Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen keuangan pribadi, perencanaan keuangan jangka panjang, hingga ide-ide bisnis yang potensial dan strategi pemasaran yang efektif. Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu mengelola keuangan dengan bijak dan membangun bisnis yang berkelanjutan.

Kerjasama Strategis dengan KJRI Penang

Keberhasilan program Mandiri Sahabatku di Penang juga tak lepas dari kerjasama yang erat dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang. KJRI Penang memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan program ini, mencerminkan komitmen bersama untuk memberdayakan PMI. Kerjasama ini merupakan contoh nyata sinergi antara lembaga keuangan dan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan PMI.

Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, menyampaikan apresiasinya atas program ini dan berharap program serupa dapat terus berlanjut. Dukungan dari KJRI Penang sangat penting, karena mereka memiliki akses langsung kepada komunitas PMI dan dapat membantu dalam penyebaran informasi dan mobilisasi peserta.

Mandiri Sahabatku: Dampak Luas dan Inovasi

Sejak diluncurkan pada tahun 2011, Mandiri Sahabatku telah menjangkau lebih dari 20.000 PMI di berbagai negara, termasuk Hong Kong, Arab Saudi, UEA, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Program ini merupakan bagian integral dari inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri.

Sebagai sebuah inovasi terbaru, Bank Mandiri juga memperkenalkan aplikasi Livin’ by Mandiri kepada para PMI di Penang. Aplikasi ini memungkinkan pembukaan rekening dalam waktu singkat dan menawarkan kemudahan transaksi serta fitur investasi, memberikan akses yang lebih mudah dan praktis bagi PMI untuk mengelola keuangan mereka.

Masa Depan PMI dan Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional

Program Mandiri Sahabatku merupakan bukti komitmen Bank Mandiri dalam mendukung masa depan PMI yang lebih cerah dan mandiri. Dengan memberikan akses kepada literasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan teknologi perbankan modern, Bank Mandiri memfasilitasi peningkatan taraf hidup para PMI dan berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Suksesnya program ini diharapkan dapat menginspirasi inisiatif serupa dari berbagai pihak, demi kesejahteraan para PMI dan keluarga mereka.

Ke depannya, perlu adanya pengembangan program yang lebih terintegrasi dan komprehensif, yang tidak hanya fokus pada pelatihan kewirausahaan, tetapi juga mencakup aspek perlindungan hukum, kesehatan, dan kesejahteraan sosial para PMI. Kolaborasi yang lebih luas antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif yang lebih besar dari program-program pemberdayaan PMI.

Tinggalkan komentar


Related Post