Pebalap Indonesia, Umar Abdullah dan Dypo Fitramadhani, menorehkan prestasi membanggakan di seri perdana Lamborghini Super Trofeo Asia 2025. Keduanya berhasil finis di posisi ketiga pada Round 1 yang berlangsung di Sydney Motorsport Park, Australia.
Bergabung dengan Delta Garage Racing Team, Umar dan Dypo berkompetisi di kelas AM yang diikuti 22 mobil dan 44 pebalap dari berbagai negara. Start dari posisi keempat, Umar menunjukkan performa gemilang dengan sempat melesat ke posisi kedua, bahkan unggul 13 detik dari pesaing di posisi ketiga.
Namun, strategi agresif Umar berbuah konsekuensi. Kesalahan kecil saat pit stop wajib membuat mereka kehilangan waktu sekitar 9 detik. Dypo yang kemudian mengambil alih kemudi harus menghadapi tekanan dari pebalap Absolue Racing.
Akhirnya, mereka harus rela turun ke posisi ketiga dan mempertahankan posisi tersebut hingga finis setelah 32 lap. Meskipun gagal meraih kemenangan, Umar menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian podium di debutnya di ajang bergengsi ini. “Alhamdulillah, bisa podium P3. Pada balapan serba yang pertama, balap di Super Trofeo, nyetir mobil Rear Wheel Drive (berpenggerak roda depan) biasa FWD dan di sirkuit antah berantah,” ungkap Umar.
Performa Luar Biasa dan Tantangan di Sirkuit Sydney
Manajer Delta Garage Racing, Kenneth Koh, memberikan pujian atas penampilan Umar dan Dypo. “Pada balapan 1 seri Super Trofeo, mereka memamerkan bakat dan kerja sama tim luar biasa, yang berakhir pada finish podium. Umar dan Dypo menunjukkan skill dan tekad kuat untuk menang,” puji Kenneth.
Prestasi ini semakin membanggakan mengingat ini adalah balapan pertama bagi keduanya dengan tim baru, mobil baru bertenaga besar 620hp (penggerak roda belakang), dan sirkuit yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. “Kami sangat ingin terus membangun prestasi kami dan menantikan lebih banyak kesuksesan dalam balapan mendatang,” tambah Kenneth.
Adaptasi yang Cepat dan Tantangan di Trek
Race Engineer, Taqwa Suryoswasono, mengungkapkan kekagumannya atas kemampuan adaptasi Umar dan Dypo terhadap mobil Lamborghini yang bertenaga besar. “Yang menjadi tantangan adalah lalu lintas di trek yang relatif padat, karena jumlah peserta yang cukup banyak,” ujar Taqwa, salah satu tuner terbaik Indonesia.
Taqwa juga menjelaskan bahwa kepadatan peserta menjadi tantangan tersendiri bagi kedua pebalap. Mereka harus mampu bernavigasi dengan cermat di tengah persaingan yang ketat agar bisa mempertahankan posisi dan menghindari insiden.
Race 2: Harapan Baru di Depan Mata
Pada Race 2 yang dijadwalkan Minggu, 6 April 2025, Dypo akan menjadi pembalap pertama, kemudian digantikan Umar pada saat pit stop wajib. Dypo akan memulai balapan dari posisi keempat di kelas AM dan ke-16 secara keseluruhan. Balapan ini akan berlangsung selama 50 menit plus satu lap.
Kesuksesan di Race 1 memberikan suntikan semangat dan kepercayaan diri bagi Umar dan Dypo untuk menghadapi Race 2. Pengalaman berharga yang didapat di Race 1 diharapkan dapat menjadi modal berharga untuk meraih hasil yang lebih baik lagi di balapan selanjutnya.
Secara keseluruhan, penampilan apik Umar dan Dypo di seri perdana Lamborghini Super Trofeo Asia 2025 menjadi bukti nyata talenta pebalap Indonesia di kancah internasional. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi pebalap muda Indonesia lainnya untuk terus berjuang dan mengharumkan nama bangsa di ajang balap internasional.









Tinggalkan komentar