Kehidupan masyarakat desa memiliki beberapa ciri-khas yang membedakannya dengan kehidupan masyarakat urban. Namun, ada pula beberapa ciri yang tidak selalu melekat dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Ciri-ciri tersebut meliputi:
- Ekonomi Subsisten: Ekonomi subsisten adalah tipe ekonomi di mana individu atau keluarga memproduksi dan mengkonsumsi hasil sendiri. Ciri ini sering terkait dengan kehidupan masyarakat desa yang ditandai dengan pertanian dan kegiatan pertanian lainnya. Namun, ciri ini tidak mutlak ada di semua masyarakat desa, terutama di daerah yang sudah mulai mengadopsi teknologi dan jenis pekerjaan non-pertanian.
- Ketergantungan pada Sumber Daya Alam: Masyarakat desa umumnya cenderung bergantung pada sumber daya alam, seperti lahan pertanian, hutan, danau, dan lainnya. Tetapi, dalam beberapa kasus, ada desa-desa yang telah mengalami transisi dan memiliki ketergantungan yang lebih rendah terhadap sumber daya alam.
- Komunitas yang Erat: Salah satu ciri yang sering dikaitkan dengan kehidupan desa adalah komunitas yang erat di mana setiap individu saling mengenal satu sama lain. Namun, perkembangan modernisasi dan migrasi penduduk dapat merusak ikatan komunitas ini.
- Mobilitas Sosial yang Rendah: Masyarakat desa sering kali memiliki mobilitas sosial yang rendah, yakni pergerakan individu atau keluarga antara strata-strata sosial yang berbeda. Namun, ini tidak selalu menjadi kenyataan. Ada banyak masyarakat desa yang telah merasakan peningkatan mobilitas sosial berkat investasi dalam pendidikan dan peluang ekonomi baru.
Setiap masyarakat desa memiliki ciri-ciri uniknya masing-masing, dan beberapa ciri yang disebutkan di atas mungkin atau mungkin tidak dijumpai. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa aspek-aspek ini dapat berubah sepanjang waktu dan sangat tergantung pada faktor-faktor eksternal dan internal dalam masyarakat tersebut.









Tinggalkan komentar