Budaya sekolah dapat didefinisikan sebagai serangkaian nilai, keyakinan, asumsi dan norma yang dibagikan, yang membentuk cara siswa, guru, dan staf sekolah berinteraksi satu sama lain dan dengan dunia luar. Budaya sekolah bukanlah sesuatu yang tetap, tetapi berubah seiring waktu dan situasi. Banyak sekolah berusaha menciptakan budaya sekolah yang mendukung belajar dan pertumbuhan siswa.
Budaya sekolah bermanifestasi dalam berbagai aspek kehidupan sekolah. Contohnya, dalam perilaku siswa dan guru, dalam kebijakan dan prosedur sekolah, dalam upaya sekolah untuk membangun iklim yang mendukung bagi semua anggotanya, dan dalam cara sekolah merespons tantangan dan kesempatan.
Budaya sekolah didasarkan pada asumsi-asumsi dasar tentang apa yang dianggap penting, apa yang dihargai, apa yang diharapkan dari siswa dan guru, dan bagaimana konflik diselesaikan. Asumsi-asumsi ini dapat mencakup keyakinan tentang kepentingan pendidikan, peran siswa dan guru, dan peran aplikasi pengetahuan dan keterampilan dalam dunia nyata.
Nilai dan norma merupakan komponen penting dalam budaya sekolah. Nilai adalah keyakinan tentang apa yang dianggap baik dan penting, sedangkan norma adalah aturan yang diikuti oleh anggota komunitas sekolah dalam berperilaku, berkomunikasi, dan berinteraksi. Nilai dan norma membantu membentuk sikap dan perilaku siswa dan guru, dan berkontribusi pada terciptanya iklim dan budaya sekolah yang mendukung.
Sebagai contoh, jika sekolah memiliki nilai tentang pentingnya kerjasama dan saling bantu, norma mungkin mengharuskan siswa dan guru untuk bekerja sama dalam proyek dan kegiatan, dan untuk membantu satu sama lain ketika mereka menghadapi kesulitan. Sebaliknya, jika sekolah memiliki asumsi bahwa persaingan adalah cara terbaik untuk mendorong prestasi, norma mungkin mendorong persaingan di antara siswa dan guru.
Dengan demikian, budaya sekolah merupakan pola asumsi-asumsi dasar, nilai dan norma yang mempengaruhi cara anggota sekolah berinteraksi satu sama lain dan dengan dunia luar. Tentunya, menciptakan budaya sekolah yang positif dan mendukung menjadi salah satu tantangan utama bagi pimpinan dan anggota sekolah, tetapi juga merupakan kunci penting untuk mencapai tujuan pendidikan.









Tinggalkan komentar