Model Sikap Beralasan atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Reasoned Action Model, adalah suatu teori yang menjelaskan bagaimana individu membentuk suatu niat atau keputusan untuk melakukan tindakan berdasarkan keyakinan, sikap, dan norma subjektif mereka. Teori ini dikembangkan oleh Martin Fishbein dan Icek Ajzen, dan merupakan kombinasi dari Teori Sikap (Theory of Attitudes) dan Teori Norma Subjektif (Theory of Subjective Norms). Model Sikap Beralasan menunjukkan bahwa tindakan individu muncul dari suatu proses berpikir yang terstruktur dan logis. Berikut ini akan dijelaskan mekanisme dari Model Sikap Beralasan dengan menggunakan sebuah contoh kasus.
Contoh Kasus: Keputusan Siswa untuk Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
Misalkan kita ingin memahami keputusan seorang siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus dari sekolah menengah atas. Dalam konteks ini, kita akan menggunakan Model Sikap Beralasan untuk menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi niat siswa tersebut.
1. Sikap
Sikap adalah evaluasi positif atau negatif yang dimiliki individu terhadap suatu tindakan. Dalam kasus ini, sikap siswa terhadap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat dipengaruhi oleh:
- Keyakinan tentang manfaat pendidikan tinggi, seperti peluang karir yang lebih baik, peningkatan penghasilan, dan peningkatan kualitas hidup.
- Keyakinan tentang kerugian atau hambatan dalam melanjutkan pendidikan, seperti biaya tinggi, jarak yang jauh, atau kurangnya dukungan dari keluarga.
Jadi, sikap siswa akan menjadi lebih positif jika dia percaya bahwa keuntungan dari melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi lebih besar daripada kerugian yang mungkin dihadapinya.
2. Norma Subjektif
Norma subjektif adalah tekanan sosial yang dirasakan individu untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan. Dalam konstek ini, norma subjektif yang mempengaruhi niat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi meliputi:
- Dukungan atau harapan orangtua, teman, dan guru terhadap keputusan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
- Kesesuaian tindakan tersebut dengan nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut oleh lingkungan sosial siswa.
3. Niat
Niat adalah kemungkinan individu untuk melakukan suatu tindakan berdasarkan sikap dan norma subjektifnya. Terkait dengan contoh kasus ini, niat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akan semakin kuat jika:
- Sikap siswa terhadap pendidikan tinggi positif dan menguntungkan.
- Norma subjektif dari orangtua, teman, dan guru mendukung keputusan siswa tersebut.
- Siswa percaya bahwa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan yang dimiliki oleh lingkungan sosialnya.
Sebagai kesimpulan, Model Sikap Beralasan menjelaskan bahwa keputusan individu, dalam kasus ini siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dipengaruhi oleh sikap dan norma subjektif mereka. Ketika baik sikap dan norma subjektif mendukung tindakan tertentu, individu akan lebih mungkin untuk membentuk niat yang kuat untuk melakukan tindakan tersebut. Model ini sangat berguna dalam memahami dan memprediksi perilaku manusia, serta menjadi dasar untuk merancang intervensi yang efektif dalam berbagai situasi, termasuk pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.









Tinggalkan komentar