Bila kita membicarakan peranan desa dalam kerangka sebuah negara, kita tidak boleh melupakan bentuk keterkaitannya dengan kota. Dalam skenario tertentu, desa sering kali disebut sebagai ‘raw material input’ bagi perkembangan kota. Mungkin, kata-kata ini membingungkan tanpa konteks yang tepat, tapi jika kita merenung berdasarkan dinamika interaksi antara desa dan kota, maksud dari frase ini menjadi jelas dan relevan.
Desa adalah hulu dalam sistem ekonomi dan sosial berkelanjutan. Kekayaan alam, tenaga kerja, dan produksi pangan yang berasal dari desa merupakan ‘raw material’ atau input dasar bagi kehidupan dan pertumbuhan kota. Tanpa kontribusi tersebut, bukan hanya perkembangan kota yang akan terhenti, tetapi kehidupan di sana juga akan terancam.
Mulai dari kebutuhan dasar seperti makanan, hewan ternak, hingga sumber daya alam seperti kayu dan mineral sering kali diproduksi atau ditemukan di desa. Aktivitas produksi di daerah pedesaan memberikan bahan baku bagi industri perkotaan, memberi guungan untuk konsumsi langsung, serta memfasilitasi perdagangan dan jasa yang penting bagi perekonomian perkotaan.
Selain itu, desa juga berperan penting sebagai penyumbang tenaga kerja bagi kota. Migrasi dari pedesaan ke perkotaan, meski memiliki dampak sosial tertentu, tetap saja memberikan pasokan tenaga kerja yang dapat mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi perkotaan.
Mengabaikan atau meremehkan peran penting desa dalam hal ini berarti mengabaikan kenyataan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan dan seimbang hanya dapat dicapai melalui ketergantungan dan kerjasama antara desa dan kota. Oleh karena itu, pemahaman ini harus ditanamkan dalam setiap kebijakan pembangunan yang dirumuskan dan diimplementasikan.
Dengan demikian, frase “desa berfungsi sebagai raw material input bagi kota” bukan hanya menggambarkan situasi ekonomi, tetapi juga merupakan wejangan bagi para pembuat kebijakan untuk memahami dan menghargai ketergantungan mutualistik yang ada antara desa dan kota dalam mencapai tujuan pembangunan secara menyeluruh dan berkelanjutan.









Tinggalkan komentar